Senin, 04 Maret 2013

Merancang Sasaran??


Banyak orang mengerjakan sesuatu tapi tak mendapat kesuksesan hanya karena tujuan yang kurang jelas. Banyak orang tak merancang tujuan karena mereka bahkan tak punya gagasan dari mana harus memulainya. Nah jika kita termasuk orang yang seperti ini, coba dehh beberapa tips di bawah ini yang mungkin dapat membantu kalian-kalian untuk menemukan dari mana harus memulai merancang tujuan itu...
Cekidottt....

1. Mulai Dengan Bermimpi dan Menuliskan Impian Anda
Yang pertama, jika Anda ingin merancang tujuan, Anda mesti meluangkan waktu untuk membangun impian. Jika Anda tak punya impian, akan sulit untuk menentukan tujuan dalam hidup Anda. Sayangnya, kebanyakan orang jadi kehilangan kemampuan untuk bermimpi tentang apa yang paling diinginkan dan membangun motivasi untuk pencapaian. Jadi, untuk memulainya, luangkan waktu untuk bermimpi tentang apa yang paling Anda inginkan, Anda ingin seperti apa, atau bahkan tentang apa yang ingin Anda miliki. Begitu Anda menemukan impian Anda, selanjutnya tuliskan semuanya dalam kertas. Dan buatlah Mind Map nya.

2. Tanya 'Kenapa?'
Setelah Anda menuliskan semua impian Anda, baca sekali lagi apa yang telah Anda tulis. Saat membacanya kembali, berhentilah pada tiap-tiap impian dan tanyakan 'kenapa Anda memimpikannya?'. Kenapa impian ini penting buat Anda? Jika Anda tak dapat menjawabnya dalam beberapa kalimat, kemungkinan itu bukan hal yang benar-benar Anda impikan, dan akhirnya harus Anda coret dari daftar.

3. Benarkan Ini Tujuan Anda?
Banyak orang yang sebenarnya punya impian yang dibentuk oleh orang lain. Jadi penting untuk menemukan apa benar apa yang ingin Anda capai adalah tujuan Anda atau tujuan orang lain. Saat merancang tujuan, jika ternyata impian dan tujuan itu bukan yang Anda inginkan, coret saja dari daftar. Tanyakan pada diri Anda apakah ini benar-benar tujuan Anda. Cari informasi secara detail mengenai tujuan atau target Anda apakah sesuai dengan pribadi Anda.

4. Temukan Bagaimana Tujuan Ini Akan Mempengaruhi Kehidupan Anda
Setelah Anda membuat daftar yang benar tentang impian Anda, lihat kembali apa yang tertinggal. Masukkan impian yang tertinggal ini ke dalam daftar dan pikirkan bagaimana ini akan membawa pengaruh dalam hidup Anda. Apakah mencapai tujuan ini akan membuat Anda lebih bahagia daripada sekarang? Akankah memperbaiki rasa aman dan hubungan Anda dengan orang lain? Apa akan berpengaruh pada keuangan Anda secara positif? Jika ternyata impian ini tak membawa pengaruh positif dalam kehidupan Anda, mungkin seharusnya dikesampingkan. Jika Anda menemukan pencapaian Anda akan membawa pengaruh positif dalam kehidupan Anda, sebaiknya memiliki motivasi untuk mengejar dan mencapai semua tujuan ini.

5. Kategorikan Impian Anda
Sekarang persempit lagi daftar untuk menemukan tujuan sejati, bukan hanya keinginan atau angan-angan Anda. Pada titik ini Anda perlu mengkategorikan tujuan ke dalam berbagai golongan, tergantung dari seberapa lama waktu yang Anda butuhkan untuk mencapainya. Anda akan memiliki tujuan jangka panjang yang membutuhkan waktu lebih dari dua tahun untuk mencapainya, tujuan jangka pendek yang butuh waktu sebulan atau lebih untuk meraihnya, dan tujuan yang bisa tercapai sewaktu-waktu dari jangka waktu sebulan hingga setahun. Tapi ingat, Anda harus punya tujuan besar, dan pastikan memiliki tujuan dalam setiap kategori sehingga bisa secara terus-menerus berupaya meraih tujuan itu dalam kehidupan Anda.

6. Rencanakan Bagaimana Cara Meraihnya
Setelah Anda membangun tujuan Anda, kini Anda perlu membuat rencana bagaimana akan mencapainya. Anda harus selalu berusaha mewujudkan tujuan Anda, bahkan jika itu hanya butuh sebuah langkah kecil untuk mencapainya. Pastikan tidak berlebihan dalam mengupayakan mewujudkannya. Sesekali dibutuhkan manajemen dan motivasi sebagai bagian rencana Anda dan untuk melengkapi tugas ini, tapi itu pasti akan jadi usaha yang berharga. Buat grafik pencapaian untuk membantu Anda mencapai tujuan, dan saat Anda sudah mencapainya beri tanda dalam grafik tersebut.

Kelihatannya begitu mudah untuk melaksanakan semua tips di atas, tapi yang terpenting dari segalanya hanya tindakan yang akan membawa hasil buat kita. Awali dengan membuat jadwal yang akan Anda patuhi agar tujuan Anda benar-benar menjadi kenyataan.

Hukum 20-80
Hukum 20-80 ini biasa juga disebut hukum Pareto. Dalam hidup ini ternyata hanya 20% dari seluruh aktifitas kita yang ternyata menyumbangkan 80% bagi kehidupan kita. Bagi seorang Agnes Monica, ternyata dari seluruh kemampuan yang dia bisa, kemampuannya di bidang tarik suara dan acting menyumbang 80% dari kehidupannya. Bagi seorang Rudi Hartono, ternyata 20% dari seluruh kemampuannya, yaitu Badminton menyumbangkan 80% kesuksesan dalam hidupnya.

Prioritas! Itulah yang dimaksudkan. Kita memiliki banyak kegiatan, kita juga memiliki banyak kemampuan, namun sulit bagi kita untuk dapat melakukan hal itu semua, atau sulit bagi kita untuk mempertajam semua kemampuan kita secara bersamaan. Kita perlu menentukan skala prioritas, apa 20% kegiatan dan kemampuan kita yang paling menonjol dan mampu menyumbangkan 80% keberhasilan dalam hidup kita? Fokuslah pada 20% itu.

Waktu
Dalam hidup ini ada empat hal yang tidak bisa kembali; kata yang telah diucapkan, panah yang telah dilepaskan, masa lalu, dan kesempatan yang disia-siakan. Kekayaan yang disia-siakan, kadang-kadang bisa diperoleh kembali. Kesehatan yang disia-siakan, jarang bisa diperoleh kembali. Tetapi waktu yang disia-siakan, tidak pernah diperoleh kembali.

Waktu yang dapat kita gunakan sangat terbatas karena banyak hal yang tidak dapat kita kontrol. Tapi sayangnya, sering kali kita menghabiskan waktu kita, seperti kita masih punya banyak sekali persediaan waktu. Pertanyaan bagi kita bukanlah apakah kita sibuk? atau sejauh mana kita sibuk? Tetapi apakah kita sibuk melakukan pekerjaan dengan tepat?

Empat unsur penting untuk mengevaluasi hidup kita selama ini:

  1. Arah
  2. Prioritas
  3. Mulai dari Akhir
  4. Finishing Well, mengakhiri hidup dengan baik
Pertanyaannya adalah:
  • Apakah selama ini hidup kita tidak bertujuan?
  • Apakah selama ini hidup kita tanpa arah yang jelas dan pasti?
  • Apakah selama ini hidup kita sekadar mengalir?
  • Apa kehendak Tuhan terhadap hidup kita?
  • Apakah hidup kita sudah kita mulai dari akhir, artinya apakah hidup kita sudah kita mulai dari tujuan akhir hidup kita, sebelum kita mati?
Kita tidak dapat mundur dan mengulangi lagi awal kehidupan kita, tetapi kita dapat mulai dari sekarang dan membuat sebuah akhir yang baru.

VISI
Apa visi hidup kita? Ada 2 jenis Visi, yaitu Visi dari Allah dan Visi ambisi manusia. Pikirkanlah dan pergumulkanlah APA VISI TUHAN TERHADAP HIDUPKU?

Visi adalah melihat sebuah gambaran tentang apa yang akan terjadi di masa datang. Visi mengekspresikan nilai dan standar tertinggi kita, visi juga membuat kita spesial dan berbeda dari orang lain. Visi sangat membantu kita memaparkan tahun-tahun ke depan dan membuat kita tetap fokus. Selain itu visi juga membuat energi kita terfokus.

Visi memang bukan segalanya, namun visi adalah awal segalanya. Jika tidak ada visi maka rakyat binasa, visi adalah masa sekarang dan masa akan datang.

Proses memiliki Visi :
  1. Pertama kita perlu proses eksplorasi dan kreasi, 
  2. Kedua kita perlu sadar bahwa ini merupakan proses intuitif dan emosional dan seringkali tidak sesuai dengan logika. 
  3. Ketiga, Di atas itu semua visi harus kita minta pada Tuhan, apa yang menjadi keinginanNya atas hidup kita.
Dalam praktik sehari-hari visi tidak selalu datang terang benderang, seringkali visi dari Tuhan datang sebagai proses kristalisasi dari berbagai tantangan hidup yang pada waktunya menjadi berlian indah yang bernilai tinggi bagi kita dan sesama.

Proses penggalian dan kreasi dalam memiliki visi adalah:
  1. Lihat ke dalam diri, apa yang kita rasakan?
  2. Lihat ke belakang, apa yang sudah kita pelajari?
  3. Lihat ke sekeliling, apa yang terjadi pada orang lain dan sekitar?
  4. Lihat ke depan, apa gambaran utuhnya?
  5. Lihat ke atas, apa yang Tuhan harapkan dari kita?
  6. Lihat ke samping, apa sumber daya yang kita miliki?
MISI
Visi saja tidak cukup, harus ada komitmen untuk BERTINDAK mencapai visi yang disebut dengan MISI. Pertanyaannya adalah, apa misiku..? Akan ada pilihan tindakan yang tak terbatas untuk menentukan misi kita, pilih satu yang dapat memberikan hasil maksimal untuk merealisasikan visi.

Asumsi yang sering kali salah tentang misi adalah misi adalah my to do list, atau misi saya harus penuh dengan penderitaan, atau misi saya harus mirip dengan orang seusia saya.

GOAL
Misi saja tidak cukup harus ada satu set langkah-langkah yang khusus dan diukur untuk mencapai misi. Langkah-langkah itu disebut goal. Goal merancang program untuk mencapai misi dan merealisasikan visi yang sudah kita tetapkan. Kita mempunyai satu visi dan satu misi namun banyak goal dan banyak kegiatan yang berdasarkan goal.

Kehidupan kita harus seimbang dan utuh, maka gol yang kita tetapkan haruslah meliputi seluruh aspek kehidupan; karier, keuangan, keluarga, pendidikan, kesehatan, rohani, minat pribadi, pelayanan.

Dan agar gol tersebut dapat kita capai haruslah memenuhi kriteria SMART:
  1. Specific (khusus dan jelas)
  2. Measurable (dapat diukur)
  3. Attainable (dapat dicapai)
  4. Realistic (realistis)
  5. Time Bound (target waktu)
Pentingnya menetapkan GOAL:
  1. Dapat mengurangi stress. 
  2. Jika kita melangkah diarah yang benar, tiap langkah—betapapun kecilnya—akan membuat kita dekat ke tujuan.
  3. Seorang dgn sebuah goal/tujuan akan berjalan seratus kilometer di satu jalan. Tapi seorang tanpa goal/tujuan akan berjalan satu kilometer di seratus jalan.
  4. Seorang yang berorientasi pd goal/tujuan selalu berambisi untuk mencapai tujuannya melebihi Status, Kekuasaan & Uang.
  5. Penetapan Goal menolong kita untuk tetap FOKUS.
  6. Penetapan Goal menolong kita untuk menyederhanakan dalam mengambil keputusan.
Prinsip-prinsip penting dalam mencapai GOAL
  1. Belajar berkata TIDAK pada sebuah kesempatan dan berkata YA kepada GOAL.
  2. Goal-goal kita harus bersumber dari kerinduan yang dalam dan keinginan yang besar.
  3. Teguh terhadap goal-goal kita & fleksibel terhadap metode kita (aktivitas)
  4. Goal-goal kita harus ditulis.
  5. Kenali hambatan-hambatan dalam mencapai goal-goal kita.
  6. Kenali apa dan siapa yang dapat membantu mencapai goal-goal kita.
  7. Visualisasikan goal-goal kita.
  8. Jangan pernah menyerah untuk mencapai Goal-goal kita.
  9. Bila memang perlu dapat direvisi.
  10. Selalu positive thinking.
  11. Untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama manusia, siapapun dan apapun dia.
Greg Werner seorang Strength & Conditioning Coach mengatakan “Buatlah suatu kemajuan, maka kita akan senang. Buatlah kemajuan dari hari ke hari, minggu ke minggu, dan kita akan menjadi seorang juara.”

Selamat memulai hidup baru dengan visi, misi dan goal yang jelas. Yakinlah Tuhan akan selalu bersama kita.
"Lakukanlah apa yang bisa kita lakukan dan biarkan Tuhan melakukan yang tak mampu kita lakukan !"

Sumber : Sugianto,Edi.(2013).Goal Setting.[Online].Tersedia : http://www.naqsdna.com/2013/02/penetapan-sasaran-goal-setting.html[4 Maret 2013]

Sabtu, 23 Februari 2013

Pengertian Inovasi


Kata innovation (bahasa inggris) sering diterjemahkan segala sesuatu yang baru atau pembaharuan , tetapi ada yang menjadikan kata innovation menjadi kata bahasa indonesia yaitu "inovasi". Inovasi kadang-kadang juga dipakai untuk menyatakan penemuan, karena hal yang baru itu hasil penemuan. Beberapa kata yang sering dikaitkan dengan inovasi diantaranya:
  • Diskoveri (discovery) adalah penemuan sesuatu yang sebenarnya benda atau hal yang ditemukan itu sudah ada,tetapi belum diketahui orang. Misalnya: Penemuan Benua Amerika. Sebenarnya benua Amerika itu sudah lam ada, tetapi baru ditemukan oleh Columbus pada tahun 1492, maka dikatakan Columbus menemukan benua Amerika, artinya Columbus adalah orang eropa pertama yang menjumpai Amerika
  • Invensi (invention) adalah penemuan sesuatu yang benar-benar baru,artinya hasil kreasi manusia. Benda atau hal yang ditemui itu benar-benar sebelumnya belum ada, kemudian diadakan dengan hasil kreasi baru. Misalnya penemuan teori belajar, teori pendidikan, teknik pembuatan barang plastik,dll.
  • Inovasi (innovation) ialah suatu ide,barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invention maupun diskoveri. Inovasi diadakan untuk mencapai tujuan tertentu atau memecahkan suatu masalah tertentu.

Pembelajaran Melalui Internet


I          I.Konsep Pembelajaran Elektronik Learning
1.      Pengertian Teknologi Informasi dalam Pembelajaran
Istilah Teknologi Informasi lahir pada abad ke duapuluh yang diawali dengan terbentuknya masyarakat informasi.Istilah Teknologi Informasi yang menggunakan kata informasi, pada dasarnya sangat berkaitan dengan istilah TK (Teknologi Komunikasi) yang dikenal lebih dahulu. Kita melihat ada teknologi komunikasi yang berfungsi sebagai penyaluran informasi, ada juga teknologi informasi yang berfungsi sebagai penyimpan pengolah informasi.Richard Weiner dalam Websters New Word Dictionary and Communications disebutkan bahwa teknologi informasi adalah pemrosesan, pengolahan, dan penyebaran data oleh kombinasi computer dan telekomunikasi.
Dengan demikian semakin jelas bahwa kelahiran istilah TI didasari perkembangan teknologi pengolahan data, apabila teknologi komunikasi merupakan alat untuk menambah kemempuan orang berkomunikasi, maka teknologi adalah pengerjaan data oleh computer dan telekomunikasi.Pemisahan istilah ini secara moderat ditujukan oleh organisasi sarjana komunikasi internasionalyang mengelompokan sarjana komunikasi yang menekuni bidang teknologi komunikasi dalam divisi “communication and Technology”, sedangkan sarjana komunikasi yang menekuni teknologi informasi dikelompokkan kedalam devisi system informasi (Abrar, 2001).
Dalam konteks yang lebih luas, teknologi informasi merangkum semua aspek yang berhubungan dengan mesin computer dan komunikasi dan teknik yang digunakan untuk menangkap, mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi, menghantar dan mempersembahkan suatu bentuk informasi yang besar. Komputer yang mengendalikan semua bentuk idea dan informasi memainkan peranan yang sangat penting (munir,2004).
Pada awalnya teknologi informasi diartikan sebagai perangkat keras dan lunak untuk melaksanakan satu atau sejumlah tugas pemrosesan data (Alter dalam Syam, 2004).Namun dalam perkembangannya mendapat respon yang lebih luas, di mana teknologi informassi juga mencakup teknik komunikasi sebagai sarana untuk mengirim informasi.Dengan demikian segala bentuk teknologi yang diimplementasikan untuk memproses danmengirim informasi dalam bentuk elektronik, software pemroses transaksi perangkat lunak untuk lembar kerja, peralatan komunikasi serta jaringan termasuk pada wilayah teknologi informasi.Everett M. Roger dalam Syam (2004) menempatkan teknologi informasi bukan hanya sebagi sarana fisik, namun dapat berfungsi sebagai yang meneruskan nilai-nilai social bagi para pemakainya.
Terdapat beberapa pandangan yang mengarah kepada definisi E-Learning diantaranya :
1.      E-Learning adalah konvergensi antara belajar dan internet (Bank of America Securities).
2.      E-Learning menggunakan kekuatan dan jalinan kerja, terutama dapat terjadi dalam teknologi internet, tetapi juga dapat terjadi dalam jalinan kerja satelit dan pemuasan digital untuk keperluan pembelajaran (ellit Trossen).
3.      E-Learning adalah penggunaan jalinan kerja teknologi untuk mendesain, mengirim, memilih, mengorganisir pembelajaran (Elliut Masie).
4.      E-Learning adalah pembelajaran yang dapat terjadi di internet (Cisco System).
5.      E-Learning adalah dinamik, beroperasi pada waktu yang nyata, kolaborasi, individu, konperhensif (Greg Priest).
6.      E-Learning adalah pengiriman sesuatu melalui media elektronik termasuk internet, extranet, satelit broadcast, audio/video tape, televise interaktif dan cd-rom (Cornelia Weagen)
7.      E-Learning adalah keseluruhan variasi internet dan teknologi web untuk membuat, mengiri, dan memfasilitasi pembelajaran (Robert Peterson dan Piper Jafray)
8.      E-Learning menggunakan kekuatan dan jalinan kerja untuk pembelajaran dimanapun dan kapanpun (arista Knowledge System)
Pada akhirnya Elektronik Learning dapat didefinisikan sebagai upaya menghubungkan belajar (siswa dengan sumber belajar (data base, pakar/guru, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan.Interaktivitas dalam hubungan tersebut dapat dilakukan secara langsung (synchronous) maupun tidak langsung (asynchronous).
2.      Hakikat Teknologi Informasi
Kemajuan teknologi yang menyatukan kemajuan komputasi, televise, radio, dan telepon menjadi satu kesatuan (terintegrasi) terbentuk sebagai suatu revolusi informasi dan komunikasi global. Revolusi ini terwujud dari kemajuan teknologi di bidang computer pribadi, komunikasi data kompresi, bandwidth, data stroge dan data acess, integrasi multimedia dan jaringan computer.Teknologi informasi dapat menjadi alat pendorong kea rah kemajuan bangsa.Salah satu dampak terbesar adalah perkembangan pembangunan di bidang pendidikan.Hal yang merupakan jembatan menuju bangsa yang maju di mana masyarakat dapt memiliki alat-alat yang membantu mereka mengembangkan usaha dan menikmati hasilnya secara mudah, murah dan merata.Sesuatu yang merupakan kerangka akses untuk semua orang dalam mengarungi abad 21 ini.
Teknologi informasi dan komunikasi dapat membantu memberi perubahan besar di banyak Negara. Dalam era global sekarang ini tidak ada lagi sekat dalam akses informasi sehingga semua lapisan masyarakat mempunyai kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dalam segala aspek kehidupan. Tentunya kita sebagai masyarakat Indonesia tidak dapat menolak terhadap “booming”.Teknologi informasi dan komunikasi ini.Peranan dunia pendidikan menjadi pintu utam untuk menyaring, mentransper dan memberikan constraints sehingga nilai-nilai tradisional yang positif tidak mudah terkikis bahkan kita berharap dapat bergabung secara sinergi.Tentunya tugas kita semua untuk bersama-sama berfikir mencari format terbaik bagaimana memanfaatkan dan mengevaluasi peranan teknologi informasi dan komunikasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air tercinta ini.
Saat ini ada lima situs Indonesia yang membentuk komunitas pendidikan online yaitu supersiswa.com, ayo.net.com, dan ub.net.id. Situs tersebut tumbuh karena adanya kebutuhan khalayak akan adanya suatu layanan pendidikan melalui internet, dan rupanya kebutuhan tersebut direspon positif oleh kalangan swasta yang mendapat dukungan dari Departemen Pendidikan Nasional.
3.      Konsep Pembelajaran melalui Teknologi Informasi
Khusus pengguna internet untuk keperluan pendidikan yang semakin meluas terutama di Negara-negara maju, merupakan fakta yang menunjukan bahwa dengan media ini memang dimungkinkan diselenggarakannya proses belajar mengajar yang lebih efektif. Pemanfaatan internet sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran di sekolah tidaklah sederhana yang di bayangkan, karena banyak hal yang harus dipelajari. Sebagai media yang diharpkan akan menjadi bagian dari proses belajar mengajar di sekolah, internet harus mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komunikasi interaktif antara guru dengan siswa sebagaimana yang dipersyaratkan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Kondisi yang harus mampu didukung oleh internet tersebut trutama berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, yang kalo dijabarkan secara sederhana, bias diartikan sebagai kegiatan komunikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa mengerjakan tugas-tugas dan membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalm rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut (Boettcher 1999).
Strategi pembelajaran yang meliputi pengajaran, diskusi, membaca dan penugasan, presentasi dan evaluasi, secara umum keterlaksanaannya tergantung dari satu atau lebih dari 3 mode dasar dialog komunikasi sebagi berikut (Boettcher 1999) :
a.       Dialog/komunikasi guru dengan siswa.
b.      Dialog/komunikasi antara siswa dengan sumber belajar.
c.       Dialog/komunikasi di antara siswa.
Sesungguhnya internet merupakan media yang bersifat multi-rupa, pada satu sisi internet bias digunakan untuk berkomunikasi secara interpersonal misalnya dengan menggunakan e-mail dan chat sebagai sarana berkomunikasi antar pribadi (eone-to-one communications), di sisi lain dengan e-mail-pun pengguna bias melakukan komunikasi dengan lebih dari satu orang atau sekolmpok pengguna yang lain (one-to-many Communications). Bahkan sebagaimana telah disinggung di bagian depan, internet juga memiliki kemempuan memfasilitasi kegiatan diskusi dan kolaborasi oleh sekelompok orang. Disamping itu dengan kemempuannya untuk menyelenggarakan komunikasi tatap muka (telecomverence), memungkinkan pengguna internet bisa berkomunikasi secara audiovisual sehingga dimungkinkan terselenggarakanynya komunikasi non verbal maupun verba secara real-time.
Secara nyata internet memang akan bisa digunakan dalam setting pembelajaran di sekolah, karena memiliki karakteristik yang khas yaitu (1) sebagai media interpersonal dan juga sebagai media masa yang memungkinkan terjadinya komunikasi one-to-one maupun one-to-many. (2) memiliki sikap interaktif, dan (3) memungkinkan terjadinya komunikasi secara sinkron ( synchronous) maupun tertunda (asynchronous), sehinggga memungkinkan terselenggaranya ketiga jenis dialog komunikasi yang merupakan syarat terselenggaranya suatu proses belajar mengajar. Internet mempunyai perang yang sangat strategis, bahkan dengan karakteristiknya yang khas maka pada masa yang akandatng injternet bias menjadi media pembelajaran yang paling terkemuka dan pali dipergunakan secara luas.
4.      Faktor Pendukung Pembelajaran melalui Teknologi Informasi
Sebagai dasar untuk meanfaatkan internet sebagai media pembelajaran dalam seting sekolah, ada berapa hal yang perlu mendapat perhatian dan penanganan yang serius agar penyelenggaraan pemanfaatan internet untuk pembelajaran bisa berhasil, yaitu :
·         Faktor Lingkungan, yang meliputi institusi penyelenggara pendidikan dan masyarakat.
·         Siswa atau peserta didik meliputi usia, latar belakang, budaya, penguasaan bahasa dan berbagai gaya belajarnya.
·         Guru atau pendidik meliputi latar belakang, usia, gaya mengajar, pengalaman, dan personalitinya.
·         Faktor teknologi komputer, perangkat lunak, jaringan, koneksi ke internet dan berbagai kemampuan yang dibutuhkan berkaitan dengan penerapan internet di lingkungan sekolah.
1)      Intuisi
Peranan yang diwujudkan dalam bentuk kebijakan dan komitmen, sangat menentukan terselenggaranya pemanfaatan internet untuk pendidikan dalam lingkungan sekolah.Intuisi yang paling pertama yang dituntut untuk memiliki komitmen dalam pendayagunaan internet untuk pembelajaran tentu saja adalah sekolah.
2)      Masyarakat
Lingkungan yang perlu mendapat perhatian ialah lingkungan keluarga siswa.Karena dari lingkungan keluargalah diharapkan munculnya dukungan yang mampu memberikan dorongan untuk memotivasi siswa dalam memanfaatkan internet untuk keperluan pendidikan.
3)      Guru
Pernanan guru tak kalah menentukannya terhadap keberhasilan pemanfaatan internet di sekolah. Pemantauan sementara di beberapa sekolah dasar, dan menengah di Bandung umumnya menunjukkan bahwa inisiatif pemanfaatan internet di sekolah justru banyak yang datang dari guru-guru yang memiliki kesadaran lebih awal tentang potensi internet guna menunjang proses belajar mengajar.
Keberhasilan pembelajaran berbasis internet ini secara signifikan ditentukan oleh karakteristik guru-guru yang akan dilibatkan dalam pemanfaatan internet. Untuk itu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
·         Guru perlu diberikan pemahaman berbagai keuntungan, termasuk kelebihan dan kelemahan penggunaan internet untuk pembelajaran, sehingga mereka memiliki motivasi dan komitmen yang cukup tinggi.
·         Guru, baik nantinya dia akan berperan sebagai pengembang dan pengguna maupun yang diproyeksikan sebagai pengelola system pembelajaran berbasis internet, harus dibekali dengan kesadaran, wawasan, pengetahuan dan keterampilan tentang internet.
·         Guru yang akan dilibatkan dalam pengembangan dan pemanfaatan internet untuk pembelajaran hendaknya memiliki pengalaman dan kemampuan mengajar yang cukup.
·         Jumlah guru yang akan dilibatkan dalam pengembangan dan pemanfaatan internet untuk pembelajaran, hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dan dilakukan secara bertahap.
·         Guru harus harus memiliki komitmen dan keseriusan dalam menangani pengembangan dan pemanfaatan internet untuk pembelajaran.
·         Tetap menjaga gaya mengajar tiap-tiap guru. Karena hal itu akan dicerminkan dalam cara pembelajaran mereka kelak di system pembelajaran dengan internet.
4)      Siswa
Pemahaman tentang audiens bisa didapat melalui analisis dengan menggunakan data demografi maupun psikografi, antara lain dengan menguji perbedaan-perbedaan karakteristik, sikap dan perilaku audiens. Pemilihan atau pengelompokan diperlukan dalam kaitannya untuk bisa membuat suatu pendekatan atau strategi pendayagunaan internet lebih tepat sasaran, mengingat bahwa sasaran didik tersegmen dalam kelompok sekolah-sekolah yang berbeda.Pemahaman tentang perbedaan-perbedaan motif penggunaan internet berdasarkan aspek demografi dan psikografi tersebut, menjadi penting agar pengembangan program pendidikan dengan mendayagunakan internet bisa lebih menyentuh kondisi riel sasaran.
Sesungguhnya sasaran didik terkelompok dalam segmen-segmen tertentu yang menghendaki adanya perlakuan yang berbeda pula.Hal berikut sejalan juga dengan teori teknologi pembelajaran di mana keberhasilan tujuan pembelajaran sangat ditentukan oleh sejauh mana kita mengenali sasaran didik kita. Segmentasi menjadi sangat penting, karena sebagaimana yang disampaikan Renald Kasali (1999) dalam bukunya “Membidik Pasar Indonesia, Segmentasi Targeting dan Positioning”, bahwa lebih dari 60% kegagalan bisnis disebabkan oleh gagalnya pengusaha mendefinisikan pasar yang dituju, dan lebih dari 60% kegagalan kampanye social dan politik disebabkan tidak dipahaminya segemen pasar yang dituju.
Uraian tersebut menunjukkan bahwa system pembelajaran dengan mendayagunakan internet yang akan dikembangkan hendaknya memperhatikan perbedaan-perbedaan karakteristik dan segmen sasaran didik. Atau dengan kata lain perlu dikembangkan suatu system pembelajaran yang paling sesuai dengan segmen-segmen sasaran didik yang dibina.
5)      Teknologi
Terselenggaranya kegiatan pembelajaran dengan dukungan internet, maka setelah ketiga unsur didepan dipenuhi dengan kondisi sebagaimana telah diuraikan, maka factor teknologi merupakan suatu hal yang juga mutlak harus tersedia dan harus memenuhi standar minimal yang dipersyaratkan, baik yang berkaitan dengan peralatan, infrastruktur, pengoperasian, dan perawatannya. Idealnya dalam pemanfaatan internet untuk pembelajaran di sekolah, harus tersedia sejumlah computer yang bisa mengakses internet.Cara yang paling efektif dan efisien untuk menghubungkan sejumlah computer ke internet adalah membangun jaringan local, Local Area Network (LAN).Jaringan yang umum dipergunakan ialah model jaringan client/server.
Model ini memisahkan secara jelas, computer mana yang memberikan layanan (server) dan computer-komputer mana yang mendapat layanan (client). Agar server dan client bias berkomunikasi diperlukan server program/software dan client program/software.
·         Client (software dan hardware)
·         Server (software dan hardware)
·         Mode Distribusi
·         Dukungan Teknik

I        II.    Pengembangan Pembelajaran Melalui Internet
1.      Model-model Pembelajaran Internet
Ada tiga bentuk system pembelajaran melalui internet yang layak dipertimbangkan sebagai dasar pengembangan system pembelajaran dengan mendayagunakan internet, yaitu :
a.       Web Cource adalah penggunaan internet untuk keperluan pembelajaran, di mana seluruh bagian bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet. Bentuk pembelajaran model ini biasanya digunakan untuk keperluan pendidikan jarak jauh (distance education/learning). Aplikasi bentuk ini antara lain virtual campus/university ataupun lembaga pelatihan yang menyelenggarakan pelatihan-pelatihan yang bias diikuti secara jarak jauh dan setelah lulus ujian akan diberikan sertifikat.
b.      Web Centric Course merupakan bahan belajar, diskusi, konsultasi, penugasan, latihan dan ujian sepenuhnya disampaikan melalui internet, sedangkan ujian dan sebagian kunsultasi, diskusi dan latihan dilakukan secara tatap muka, walaupun dalam proses belajarnya sebagian dilakukan dengan tatap muka yang biasanya berupa tutorial, tetapi presentase tatap muka tetap lebih kecil dibandingkan dengan presentase proses pembelajaran melalui internet. Penerapan ini sebagaimana yang telah dilakukan pada perguruan tinggi terkemuka yang menggunakan system belajar secara of campus.
c.       Web Enhanced Course merupakan pemanfaatan internet untuk pendidikan, untuk menunjang peningkatan kualitas belajar mengajar di kelas. Bentuk ini juga dikenal dengan nama web lite course, karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka di kelas. Peranan internet disini adalah untuk menyediakan sumber-sumber belajar yang sangat kaya akan informasi.
2.      Pengembangan Model Pembelajaran melalui Internet
Pengembangan system pembelajaran berbasis internet, terlebih dahulu perlu dilakukan pengkajian atau seluruh unsur dan aspek sebagaimana telah diuraikan di atas, sehingga bias didapatkan pegangan sebagai bahan pengambilan keputusan dalam pengembangan system pembelajaran berbasis internet. Di samping itu juga diperlukan pertimbangan dan penilaian atas beberapa hal yang tidak kalah pentingnya antara lain :
·         Keuntungan. Sejauh mana system pembelajaran berbasis internet akan memberikan keuntungan bagi intuisi, staf pengajar, pengelola, dan terutama keuntungan yang akandiperoleh siswa dalam meningkatkan kualitas mereka apabila dibandingkan dengan penyelenggaraan pembelajaran tatap muka secara konvesional.
·         Biaya pengembangan infrastruktur serta pengadaan peralatan software.
·         Biaya yang diperlukan untuk mengembangkan infrastruktur, mengadakan peralatan serta software tidaklah sedikit. Untuk itu perlu dipertimbangkan hal-hal seperti, apakah akan membangun suatu jaringan secara penuh ataukah secara bertahap, apakah akan mengadakan peralatan yang sama sekali baru ataukah meng-upgrade yang sudah ada atau second.
·         Biaya operasional dan perawatan. Suatu system akan bejalan apabila dikelola secara baik. Dengan demikian, system pembelajaran berbasis internet ini, juga diperlukan biaya operasional dan perawatan yang tentunya tidaklah sedikit.
·         Sumber daya manusia. Untuk mengembangkan dan mengelola jaringan dan system pembelajaran, diperlukan sejumlah sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integrasi yang tinggi. Dalam hal ini termasuk guru-guru yang harus memahami prinsip-prinsip pembelajaran melalui internet.
·         Siswa. Yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah mengetahui sebagaimana kesiapan siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran dengan menggunakan internet yang akan diselenggarakan.
Berdasarkan kajian dan pertimbangan sebagaimana telah dibahas di atas, kemudian system pembelajaran internet dikembangkan melalui tiga cara pengembangan yaitu :
Menggunakan sepenuhnya fasilitas internet yang telah ada, seperti e-mail, IRC (Internet Relay Chat), word wide web, search angine, millis (milling list), dan FTP (File Transfer Protocol). Menggunakan software pengembang program pembelajaran dengan internet yang dikenal dengan Web-Course Tools, yang di antaranya bias didapatkan secara gratis ataupun bias juga dengan membelinya. Mengembangkan sendiri program pembelajaran sesuai dengan kebutuhan (tailor made), dengan menggunakan bahasa pemogramana seperti ASP (Active Server Pages) dan lain-lain.
3.      Aplikasi Pembelajaran melalui Teknologi Informasi
Teknologi pendidikan dapat mengubah cara pembelajaran yang konvensional menjadi nonkonvensional . Dalam proses pembelajaran , aplikasi e-learning dapat mencakup aspek perencanaan , implementasi, dan evaluasi. Saat berlangsungnya proses pembelajaran diperlukan perencanaan yang baik mengenai aktivitas yang akan dilakukan. Pada dasarnya aplikasi pembelajaran melalui teknologi informasi memuat beberapa hal, yaitu rencana, perkiraan dan gambaran umum kegiatan belajar dengan menggunakan dan memanfaatkan jaringan komputer.
Ada empat komponen yang terdapat dalam perencanaan pembelajaran, yaitu : materi, kegiatan belajar mengajar seerta evaluasi. Komponen tujuan berfungsi untuk menentukan arah kegiatan pada saat pembelajaran berlangsung. Rumusan pembelajaran tidak hanya menggmbarkan hasil melainkan juga menggambarkan kegiatan atau proses pembelajaran .
Penetapan materi (bahan ajar) akan berfungsi untuk memberi makna terhadap upaya pencapaian tujuan. Dalam hal ini terlihat jelas perbedaan dalam penerapan belajar konvensiaonal dan e-learning . Pada pembelajaran konvensional guru menggunakan metode pembelajaran yang dipilihnya , dan bahan ajar telah disediakan dalam buku paket yang akan disampaikan guru setiap kali tatap muka .
Sedangkan dalam pembelajaran menggunakan e-learning , kita dapat mengakses langsung bahan ajar pada beberapa halaman web yang telah dibuat selain dengan menggunakan bahan ajar yang telah tersedia . Maka perolehan informasi akan lebih luas , mendalam serta bervariasi. Kegiatan belajar mengajar yang tercakup dalam perencanaan pembelajaran pada intinya memuat deskripsi materi, metode pembeljaran, dan media yang digunakan dalam pembelajaran. Dalam pembelajaran berbasis e-learning penent uan bahan ajar hanya pokok-pokoknya saja , karena deskripsi lengkapnya disediakan dalam halaman web yang akan diakses siswa.
Evaluasi merupakan bagian terakhir dari komponen perencanaan pembelajaran yang berfungsi untuk mengukur sejauh mana kemampuan siswa menuasai materi yang telah diajarkan selama pembelajaran berlangsung dan untuk mengetahui sejauh man tujuan pembelajaran telah dicapai dan tindakan apa yang harus dilakukan pabila tujuan pembelajaran belum tercapai. Evaluasi dapat dilakukan dengan bervariasi , bisa berupa pertanyaan, tugas-tugas, dan atau latihan-latihan yang harus dikerjakan siswa.
Terdapat beberapa model penerapan yang digunakan dalam implementasi pebelajaran e-learning , yaitu : Selective Model , Sequential Model Statc Station Model dan Laboratory Model . Untuk lebih jelasnya , perhatikan uraian dibawah ini.
a.       Selective Model
Model ini digunakan apabila media komputer yang tersedia disekolah sangat terbatas , misalnya hanya ada satu komputer saja . Maka guru harus dapat memilih salah satu media yang dirasa tepat untuk menyampikan materi kepada siswa . Dan apabila guru menemukan bahan ajar yang dinili berkualitas guru harus menyampaikannya dengan cara demonstrasi saja . Akan tetapi apabila media komputer tersedia lebih dari satu , siswa harus diberi kesempatan untuk mendapat pengalaman langsung.
b.      Sequential Model
Model ini digunkan apabila jumlah komputer di sekolah terbatas, mislnya hanya ada dua unit komputer .guru harus pandi mengatur dan mengarahkan siswanya , misalnya dengan pembagian kelompok kecil agar siswa dapat mencari sumber informasi baru ataupun rujukan bahan pembelajaran secara bergliran.
c.       Static Station Model
Model ini sama halnya dengan model selective dan sequential , yaitu apabila di sekolah hanya memiliki jumlah komputer yang minim. Namun dalam model ini guru memiliki beberapa sumber belajar ang berbeda tetapi untuk mencapai tujun pembelajaran yang sama .
d.      Laboratory Model
Dalam model ini, bahan e-learning dapat digunakan oleh seluruh siswa sebagai pembelajaran, karena di sekolahnya telah memiliki sejumlah kompter (laboratorium) yang juga dilengkapi dengan jaringan internet.

I       III. Kemasan Dan Teknologi Pembelajaran Melalui Teknologi Informasi
1.      Hakikat Kemasan Bahan Belajar melalui Teknologi Informasi
Secara singkat, bahan belajar dapat diartikan sebagai seperangkat material yang digunakan oleh seseorang untuk melakukan kegiatan belajar. Hamalik (1995) menempatkan bahan belajar sebagai bagian dari unsur-unsur dinamis dalam proses belajar disamping motivasi siswa, alat bantu belajar, suasana belajar dan kondisi subjek belajar. Penentuan bahan belajar harus sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai , karena bahan belajar merupakan unsur belajar yang penting yang harus diperhatikan oleh guru.
Teknologi Informasi dalam Pembelajaran Istilah Teknologi Informasi lahir pada abad ke-20 yang diawali terbentuknya masyarakat informasi. Dapat kita lihat, ada teknologi komunikasi yang berfungsi menyalurkan informasi , ada teknologi komunikasi yang berfungsi sebagai pengolah informasi dan ada juga teknologi komunikasi yang berfungsi sebagai penyimpan dan pengolah informasi. Fungsinya yang terakhir inilah yang menyebabkan kemudian ada orang yng menyebutkan teknologi komunikasi sebagai teknologi informasi.
Kelahiran istilah Teknologi Informasi didasari perkembangan teknologi pengolah data.Dalam konteks yang lebih luas, teknologi informasi merangkum semua aspek yang berhubungan dengan mesin (komputer dan telekomunikasi). Berkaitan dengan aspek kemasan, maka informasi yang diolah dan disampaikan oleh komputer untuk kepentingan belajar inilah yang dikemas melalui sebuah proses pengemasan.
Pengembangan Bahan Pembelajaran Bahan ajar adalah bahan pembelajaran yang secara langsung digunakan untuk kegiatan pembelajaran.Bahan ajar merupakan media yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan pembelajaran. Bahan ajar dapat dibagi menjadi dua , yaitu bahan ajar cetak dan bahan ajar tidak tercetak. Bahan ajar yang dikembangkan harus sesuai dengan kurikulum suatu mata pelajaran, digunakan sebagai sumber utama pembelajaran buku teks, ataupun bahan ajar yang sifatnya penunjang untuk kepentingan pengayaan atau bahan ajar yang berkategori suplemen.Penggunaan bahan ajar berkaitan dengan kegiatan belajar mengajar dapat dibagi kedalam dua kategori yaitu kategori bahan ajar yang digunakan KBM dengan bimbingan langsung dari guru.Kedua, bahan ajar yang digunakan siswa untuk belajar mandiri tanpa bantuan guru.
Bahan pembelajaran dapat dikategorikan menjadi dua , yaitu bahan pembelajaran tercetak dan noncetak. Karakteristik bahan pembelajaran cetak ialah :
Bahan ajar yang ditujukan untuk kepentingan kulikuler, instruksional, dan pengembangan ilmu Bahan ajar dapat mengakomodasikan sumber-sumber daya daerah tanpa mengabaikan poin terdahulu Bahan ajar yang mengoptimlkan pembelajaran mandiri, khusunya siswa  Bahan ajar dapat memberikan pengayaan Bahan ajar yang pembaca utamanya siswa.
2.      Prosedur Pengembangan Bahan Ajar
a.       Persiapan
Langkah-langkah yang harus dipersiapkan yang pertama adalah menyiapkan dan mempelajari tatkala akan menyusun bahan ajar yaitu kuurikulum/GBPP dari suatu bidang studi yang akan disusun bahan ajarnya.
Setelah kurikulum/GBPP dipahami , langkah selanjutnya yaitu mempelajari struktur materi dari bahan ajar yang akan dikembangkan. Langkah terakhir ialah mengumpulkan berbagai sumber bahan ajar yang diperlukan.
b.      Penulisan Draft Bahan Ajar
Tahapan selanjutnya setelah bahan ajar disusun dan dikembangkan dengan menggunakan model tertentu yaitu diskusi isi draft bahan ajar. Diskusi dapat dilakukan melalui KKG, FDG, ataupun MGMP .Bahan ajar dapat direvisi setelah menerima masukan dari beberapa ahli.
c.       Penyelesaian
Tahap yang paling akhir ialah penyelesaian . Tahapan akhir dri kajian draft bahn ajar adalah memperhatikan aspek kebahasaan, keterbacaan, kosakata yang digunakan , termasuk kesulitan bahasa.
3.      Pengemasan Bahan Pembelajaran
Ada dua alas an utama yang berkaitandengan fungsi kemasan, yang pertama adalah adanya suatu peradaban yang lebih kompleks dan standar kehidupan yang lebih tinggi yang menjadikan sebuah produk perlu untuk memiliki kemasan yang lebih rapih dalam pengertian fungsional. Yang kedua, kemasan menjadi suatu bagian penting dari proses penjualan atau pendistribusian berkaitan dengan minat pengguna untuk membeli atau menggunakan produk tersebut.
Aspek kemasan merupakan bagian dari proses perancangan (desain) yang berkaitan dengan fungsi dan penampilan sebuah produk. Adapun produk yang dimaksud adalah bahan belajar melalui teknologi informasi.Dengan demikian bahan produk yang dimaksud harus memenuhi persyaratan terlindungi dan terjaga dalam kondisi yang baik, memberi kesan mudah difungsikan, mudah didistribusikan secara ekonomis, efektif biayanya, dan memiliki daya jual.