Sabtu, 23 Februari 2013

Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL)


A.    Pembelajaran Berbasis Masalah
Ward dan Stepien, dkk (Dasna dan Sutrisno : 2008), menyatakan bahwa :
         Pembelajaran berbasis masalah (Problem based learning), selanjutnya disingkat PBL, merupakan salah satu model pembelajaran inovatif yang dapat memberikan kondisi belajar aktif kepada siswa. PBL adalah suatu model pembelajaran yang melibatkan siswa untuk memecahkan suatu masalah melalui tahap-tahap metode ilmiah sehingga siswa dapat mempelajari pengetahuan yang berhubungan dengan masalah tersebut dan sekaligus memiliki ketrampilan untuk memecahkan masalah. Lebih lanjut Sudrajat (2011), menyatakan bahwa :
Berbeda  dengan  pembelajaran penemuan (inkuiri-diskoveri) yang lebih menekankan pada masalah akademik.  Dalam Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning), pemecahan masalah didefinisikan sebagai proses atau upaya untuk mendapatkan suatu penyelesaian tugas atau situasi yang benar-benar nyata sebagai masalah dengan menggunakan aturan-aturan yang sudah diketahui.
Jadi,  Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning)  lebih  memfokuskan  pada masalah kehidupan nyata yang bermakna bagi siswa.
Beberapa alasan mengapa Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning) digunakan dalam proses pembelajaran:
  1. Seorang lulusan tidak dapat menaggulangi masalah yang dihadapinya hanya dengan menggunakan satu disiplin ilmu. Ia harus mampu menggunakan dan memadukan ilmu-ilmu pengetahuan yang telah dipunyai atau mencari ilmu pengetahuan yang dibutuhkannya dalam rangka menanggulangi masalahnya. Melalui Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning) yang diawali dengan pemberian masalah pemicu kepada  siswa dapat menerapkan suatu model pembelajaran secara spiral (spiral learning model) dengan memilih konsep dan prinsip yang terdapat dalam sejumlah cabang ilmu, sesuai kebutuhan masalah. Dengan diberi sejumlah masalah pemicu, diharapkan sebagian besar/seluruh materi cabang ilmu dicakup.
  2. Kemampuan siswa untuk secara terus menerus melakukan “up-dating atau pengembangan pengetahuannya tercapai
  3. Perilaku sebagai seorang “ life long learner” dapat tercapai
  4. Langkah-langkah PBL yang dilaksanakan melalui diskusi kelompok dapat menghasilkan sejumlah keterampilan  diantaranya: (a) keterampilan  penelusuran kepustakaan; (b) keterampilan  membaca; (c) keterampilan/kebiasaan membuat catatan; (d) kemampuan kerjasama dalam kelompok; (e) keterampilan  berkomunikasi; (f) keterbukaan; (g) berpikir analitik; (h) kemandirian dan keaktifan belajar; dan (i) wawasan dan keterpaduan ilmu pengetahuan
  5. Dapat mengimbangi kecepatan informasi atau ilmu pengetahuan yang sangat cepat.


B.     Ciri dan Karakteristik Pembelajaran Berbasis Masalah

Pembelajaran Berdasarkan  Masalah (Problem Based Learning) memiliki beberapa ciri dan karakteristik sebagai berikut:
  1. Belajar dimulai dengan satu masalah.
  2. Memastikan bahwa masalah tersebut berhubungan dengan dunia nyata siswa.
  3. Mengorganisasikan pelajaran seputar masalah, bukan seputar disiplin ilmu.
  4. Memberikan tanggung jawab yang besar kepada siswa dalam membentuk dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka sendiri
  5. Berpusat pada siswa dalam jangka waktu lama
  6. Menuntut siswa untuk mendemonstrasi-kan yang telah mereka pelajari dalam bentuk produk atau kinerja
  7. Mengajarkan kepada siswa untuk mampu menerapkan apa yang mereka pelajari di sekolah dalam kehidupannya yang panjang
  8. Pembelajaran terjadi pada kelompok kecil (kooperatif).
  9. Guru berperan sebagai fasilitator, motivator dan pembimbing.
  10. Masalah diformulasikan untuk memfokuskan dan merangsang pembelajaran
  11. Masalah adalah kendaraan untuk pengembangan keterampilan pemecahan masalah.
  12. Informasi baru diperoleh lewat belajar mandiri.

Berdasarkan uraian di atas, tampak jelas bahwa pembelajaran dengan model PBL dimulai oleh adanya masalah yang dalam hal ini dapat dimunculkan oleh siswa ataupun guru, kemudian siswa memperdalam pengetahuannya tentang apa yang mereka telah ketahui dan apa yang mereka perlu ketahui untuk memcahkan masalah tersebut. Siswa dapat memilih masalah yang dianggap menarik untuk dipecahkan sehingga mereka terdorong berperan aktif dalam belajar.

C.     Keunggulan dan Kelemahan Pembelajaran Berbasis Masalah
1. Keunggulan
Sebagai suatu strategi pembelajaran, strategi pembelajaran berbasis masalah merupakan strategi yang sesuai dengan prinsip-prinsip diktatik modern yang dalam pengajaran perlu memperhatikan kemampuan individual siswa dan kerja sama dalam kelompok, bahan pelajaran tidak terlepas dari kehidupan rill sehari-hari yang penuh dengan masalah, pengembangan aktivitas, kreativitas dan pengalaman siswa banyak dilakukan, agar teori dan praktik sekolah dan kehidupan masyarakat menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan
Oleh karena itu pembelajaran berbasis masalh memiliki beberapa keunggulan, di antaranya:
  1. Pemecahan masalah merupakan teknik yang cukup bagus untuk lebih memahami isi pelajaran.
  2. Pemecahan masalah dapat menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasan untuk menentukan pengetahuan baru bagi siswa.  
  3. Pemecahan masalah dapat meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa serta menjadikan siswa lebih mandiri dan dewasa, mampu memberi aspirasi dan menerima pendapat orang lain, menanamkan sikap sosial yang positif diantara siswa 
  4. Pemecahan masalah dapat membantu siswa bagaimana mentrasfer pengetahuan mereka untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata. 
  5. Pemecahan masalah dapat membantu siswa untuk mengembangkan pengetahuan barunya dan bertanggungjawab dalam pembelajaran yang mereka lakukan. 
  6. Melalui pemecahan masalah dianggap lebih menyenangkan dan disukai siswa, dan juga siswa lebih memahami konsep yang diajarkan sebab mereka sendiri yang menemukan konsep tersebut
  7. Pemecahan masalah dapat mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan dengan pengetahuan baru. 
  8. Pemecahan masalah dapat membina siswa dengan kebiasaan menerapkan pengetahuan, sikap,dan keterampilan dalam kehidupan sehari-hari secara terpadu.
  9. Pemecahan masalah dapat mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus belajar, hal ini dikarenakan siswa dapat merasakan manfaat pembelajaran sebab masalah-masalah yang diselesaikan langsung dikaitkan dengan kehidupan nyata, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan ketertarikan siswa terhadap bahan yang dipelajari
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran berbasis masalah harus dimulai dengan kesadaran adanya masalah yang harus dipecahkan. Pada tahapan ini guru membimbing siswa pada kesadaran adanya kesenjangan atau gap yang dirasakan oleh manusia atau lingkungan sosial. Kemampuan yang harus dicapai oleh siswa, pada tahapan ini adalah siswa dapat menentukan atau menangkap kesenjangan yang terjadi dari berbagai fenomena yang ada.

2.    Kelemahan
Di samping memiliki keunggulan, strategi pembelajaran berbasis masalah juga memiliki beberapa kelemahan diantaranya:
  1. Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
  2. Keberhasilan strategi pembelajaran melalui problem solving membutuhkan cukup waktu untuk persiapan. 
  3. Pemilihan topik unit yang tepat sesuai kebutuhan siswa, fasiltas yang menunjang dan sumber-sumber belajar yang diperlukan, bukanlah merupakan pekerjaan yang mudah.
  4. Bahan pelajaran sering menjadi luas sehingga dapat mengaburkan pokok unit yang dibahas.
Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari.

D.    Langkah-langkah  Pembelajaran Berdasarkan  Masalah
Pengelolaan Pembelajaran Berdasarkan  Masalah terdapat 5 langkah utama. yaitu: (1)  mengorientasikan siswa pada masalah; (2)  mengorganisasikan siswa untuk belajar; (3) memandu menyelidiki secara mandiri atau kelompok; (4)  mengembangkan dan menyajikan hasil kerja; (5)  menganalisis dan mengevaluasi hasil pemecahan masalah, dan (6) Mereflesikan pengalaman belajar
Gambaran rinci keenam langkah tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut:
Prosedur Pembelajaran Berdasarkan   Masalah
Langkah
Kegiatan Guru
Orientasi masalah
  • Menginformasikan tujuan pembelajaran
  • Menciptakan lingkungan kelas yang memungkinkan terjadi pertukaran ide yang terbuka
  • Mengarahkan pada pertanyaan atau masalah
  • Mendorong siswa mengekspresikan ide-ide secara terbuka
Mengorganisasikan siswa untuk belajar
  • Membantu siswa menemukan konsep berdasar masalah
  • Mendorong keterbukaan, proses-proses demokrasi dan cara belajar siswa aktif
  • Menguji pemahaman siswa atas konsep yang ditemukan
Membantu menyelidiki secara mandiri atau kelompok
  • Memberi kemudahan pengerjaan siswa dalam mengerjakan/menyelesaikan masalah
  • Mendorong kerjasama dan penyelesaian tugas-tugas
  • Mendorong dialog, diskusi dengan teman
  • Membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas-tugas belajar yang berkaitan dengan masalah
  • Membantu siswa merumuskan hipotesis
  • Membantu siswa dalam memberikan solusi
Mengembangkan dan menyajikan hasil kerja
  • Membimbing siswa mengerjakan lembar kegiatan siswa (LKS)
  • Membimbing siswa menyajikan hasil kerja
Menganalisa dan mengevaluasi hasil pemecahan
  • Membantu siswa mengkaji ulang hasil pemecahan masalah
  • Memotivasi siswa untuk terlibat dalam pemcahan masalah
  • Mengevaluasi materi
Mereflesikan pengalaman belajar
·         Memberikan penjelasan manfaat dari pembelajaran
·         Memberikan peluang kepada siswa untuk mengembangkan keterampilannya dalam kehidupan bermasyarakat

E.     Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah
Ada beberapa cara menerapkan PBL dalam pembelajaran. Secara umum penerapan model ini dimulai dengan adanya masalah yang harus dipecahkan oleh peserta didik. Masalah tersebut dapat berasal dari peserta didik atau dari pendidik. Peserta didik akan memusatkan pembelajaran di sekitar masalah tersebut, dengan arti lain, peserta didik belajar teori dan metode ilmiah agar dapat memecahkan masalah yang menjadi pusat perhatiannya. Pemecahan masalah dalam PBL harus sesuai dengan langkah-langkah metode ilmiah. 
Pembelajaran berbasis masalah dapat dilakukan dengan metode inkuiri, menemukan sendiri dan pemecahan masalah. Penggunaan metode tersebut merupakan strategi yang penggunaannya tidak dapat diabaikan. Selain itu informasi, konsep dan generalisasi menuntut guru untuk membantu siswa menemukan sendiri data, fakta dan informasi tersebut dari berbagai sumber agar dengan kegiatan itu dapat memberikan pengalaman kepada siswa. Pengalaman itu kelak akan berguna dalam hidupnya di masyarakat yaitu masyarakat  yang mengalami perubahan cepat, melalui alur informasi dan komunikasi yang serba cepat dan dalam jumlah besar.
            Ditekankannya penggunaan metode mengajar tersebut adalah karena suatu hasil penelitian tahun1957 yang menunjukan 97% dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di kelas adalah dilakukan oleh guru. Selain dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat empirik dan lebih menekankan pada hipotesa dan pengujian hipotesa serta kesimpulan pada guru (James Raths,et al (Eds.),1971:215),  alasan –alasan diatas itulah kiranya menyebabkan mengapa metode tersebut menjadi salah satu metode utama dalam mengajar.

1 komentar:

  1. Harrah's Resort Southern California - JTM Hub
    Harrah's Southern 경기도 출장샵 California 경주 출장안마 welcomes you back to a world 김제 출장샵 at play. Experience an 1xbet 먹튀 on-the-go casino experience 영천 출장샵 at Harrah's Resort Southern California,

    BalasHapus