Kamis, 21 Februari 2013

Metode Ceramah


A.    Pengertian metode ceramah
Menurut Wina Sanjaya (2006:145) dalam buku Strategi Pembelajaran mengungkapkan bahwa metode ceramah dapat diartikan sebagai cara penyajian pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok siswa.
Menurut Nana Sudjana ceramah adalah penuturan bahan pelajaran secara lisan. Metode ini tidak senantiasa jelek bila penggunaannya dipersiapkan dengan baik, didukung dengan alat dan media, serta memperhatikan batas-batas penggunaannya ( Nana Sudjana 2000:77).
Menurut Drs. Muhaimin MA, dkk metode ceramah merupakan kombinasi dari metode hafalan, diskusi dan tanya jawab (Muhaimin, dkk, 1996: 83), sedangkan menurut W. Scham dalam bukunya "the process and effects of mass communication" dalam hal ingatan sesuatu yang disampaikan dengan lisan lebih lama diingat daripada disampaikan dengan tulisan. Selain itu, metode ceramah itu pada umumnya dilakukan secara pembicaraan face to face hal ini menurut W. Schram adalah sangat efektif.
Dalam proses pembelajaran di sekolah, tujuan metode ceramah adalah menyampaikan bahan yang bersifat informasi (konsep, pengertian, dan prinsip-prinsip) yang banyak serta luas. Menurut Abdul Majid (2006:138) dalam buku Perencanaan Pembelajaran secara spesifik metode ceramah bertujuan untuk:
1.         Menciptakan landasan pemikiran peserta didik melalui produk ceramah yaitu bahan tulisan peserta didik sehingga peserta didik dapat belajar melalui bahan tertulis hasil ceramah
2.         Menyajikan garis-garis besar isi pelajaran dan permasalahan yang terdapat dalam isi pelajaran
3.         Merangsang peserta didik untuk belajar mandiri dan menumbuhkan rasa ingin tahu melalui pemerkayaan belajar
4.         Memperkenalkan hal-hal baru dan memberikan penjelasan secara gamblang
5.         Sebagai langkah awal untuk metode yang lain dalam upaya menjelaskan prosedur yang harus ditempuh peserta didik
Alasan guru menggunakan metode ceramah harus benar-benar dapat dipertanggungjawabkan. Metode ceramah ini digunakan karena pertimbangan:
1.         Anak benar-benar memerlukan penjelasan, misalnya karena bahan baru atau guna menghindari kesalahpahaman
2.         Benar-benar tidak ada sumber bahan pelajaran bagi peserta didik
3.         Menghadapi peserta didik yang banyak jumlahnya dan bila metode lain sukar diterapkan
4.         Menghemat biaya, waktu, dan peralatan


B.     Langkah-langkah menggunakan metode ceramah
Agar metode ceramah berhasil, maka ada beberapa hal yang harus dilakukan, baik pada tahap persiapan maupun pada tahap pelaksanaan.
1.      Langkah persiapan
·         Merumuskan     tujuan    yang   ingin    dicapai.
 Langkah pertama yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah merumuskan tujuan yang akan dicapai secara jelas dan terarah.  Apa saja yang harus dikuasai siswa setelah proses pembelajaran dengaan metode ceramah berakhir. Rumusan tersebut misalnya, “Setelah melalui proses pembelajaran, siswa mampu…”
·         Menentukan pokok-pokok materi yang akan diceramahkan.
Tingkat penguasaan guru terhadap materi pembelajaran akan sangat menentukan dalam metode ceramah. Oleh sebab itu, guru sebaiknya harus mempersiapkan terlebih dahulu pokok-pokok materi yang akan disampaikan sesuai  dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai. Termasuk persiapan-persiapan media, ilustrasi-ilustrasi yang sesuai, agar bisa lebih memperjelas materi ceramah yang akan disampaikan.
·         Mempersiapkan     alat   bantu     pembelajaran.
           Untuk menghindari kesalahan-kesalahan persepsi siswa, dan meningkatkan kualitas ceramah,     sangat diperlukan alat bantu pembelajaran, misalnya dengan mempersiapkan transparansi, media grafis, dan lain-lain. 
2.   Langkah pelaksanaan  
Langkah-langkah yang harus dipersiapkan dalam tahap ini adalah:
a.       Langkah   pembukaan
Langkah ini merupakan langkah yang sangat menentukan, karena keberhasilan    pelaksanaan metode ceramah sangat ditentukan oleh langkah       pembukaan     ini.
Beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain:
a)    Meyakinkan siswa memahami tujuan yang akan dicapai dengan mengemukakan kepada siswa.  Mengapa siswa harus paham dengan tujuan yang harus dicapai? Tujuan akan merangsang siswa untuk termotivasi mengikuti proses pembelajaran melalui metode ceramah.
b)   Melakukan langkah apersepsi, yaitu menghubungkan materi pelajaran yang sudah diberikan sebelumnya dengan materi pelajaran yang   akan    disampaikan    kemudian.
Hal ini dilakukan untuk membangun kembali memori, dan menciptakan kondisi agar siswa mampu menerima materi pembelajaran dengan mudah.
b.      Langkah   penyajian
Langkah penyajian merupakan tahap penyampaian materi pembelajaran dengan cara bertutur. Oleh sebab itu agar ceramah berkualitas, guru menjaga perhatian siswa agar tetap  fokus pada materi pembahasan yang diberikan yaitu dengan:
a)      Selalu menjaga kontak mata secara terus menerus dengan siswa.
Kontak mata merupakan  salah satu cara agar siswa tetap memperhatikan pada materi pembelajaran yang diberikan. Lain dari itu, kontak mata berarti juga penghargaan dan perhatian dari guru kepada muridnya. Upayakan agar tidak memberi catatan-catatan yang panjang, dan tidak berlama-lama menghadap ke papan tulis, dan kontak mata harus harus tetap dijaga.
b)      Gunakanlah bahasa dan kata-kata yang mudah dicerna, komunikatif                 dan      tidak                    bertele-tele. 
Jangan menggunakan istilah-istilah yang tidak populer. Selain itu intonasi suara, artikulasi harus tetap dijaga dalam bertutur   kata.
c)      Sajikan materi pembelajaran secara sistematis, tidak meloncat-loncat, agar mudah ditangkap oleh siswa.
d)     Tanggapilah respon atau pertanyaan-pertanyaan siswa sesegera mungkin dengan baik.
e)      Jagalah agar kondisi kelas tetap dalam suasana yang aktif, interaktif, komunikatif, kondusif, serta dalam suasana yang menggairahkan dan menyenangkan.
c.       Langkah penutup
Agar materi pembelajaran yang sudah disampaikan tidak lenyap begitu saja dalam memori siswa, sebaiknya guru dalam ceramah penutupan, menciptakan aktifitas kegiatan-kegiatan yang membuat siswa tetap bisa mengingat materi pembelajaran yang sudah disampaikan. Kegiatan tersebut antara lain bisa berupa:
•    Siswa dibimbing untuk membuat rangkuman atau menarik suatu kesimpulan terhadap materi pembelajaran yang baru saja disampaikan.
•    Merangsang siswa untuk membuat tanggapan atau ulasan tentang materi           pembelajaran               yang       sudah         diberikan.
•    Melakukan evaluasi pembelajaran untuk mengetahui seberapa jauh siswa mampu menguasai materi pembelajaran yang sudah diberikan. 

C.  Kekurangan dan kelebihan dari metode ceramah
Ada beberapa kelebihan sebagai alasan mengapa ceramah sering digunakan, yaitu:
  •  Ceramah merupakan metode yang ’murah’ dan ’mudah’ untuk dilakukan. Murah dalam arti proses ceramah tidak memerlukan peralatan-peralatan yang lengkap, berbeda dengan metode yang lain seperti demonstrasi atau peragaan. Sedangkan mudah, memang ceramah hanya mengandalkan suara guru, dengan demikian tidak terlalu memerlukan persiapan yang rumit.
  •  Ceramah dapat menyajikan materi pelajaran yang luas. Artinya, materi pelajaran yang banyak dapat dirangkum atau dijelaskan pokok-pokoknya oleh guru dalam waktu yang singkat.
  • Ceramah dapat memberikan pokok-pokok materi yang perlu ditonjolkan. Artinya, guru dapat mengatur pokok-pokok materi yang mana yang perlu ditekankan sesuai dengan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai.
  • Melalui ceramah, guru dapat mengontrol keadaan kelas, oleh karena se-penuhnya kelas merupakan tanggung jawab guru yang memberikan ceramah.
  • Organisasi kelas dengan menggunakan ceramah dapat diatur menjadi lebih sederhana. Ceramah tidak memerlukan setting kelas yang beragam, atau tidak memerlukan persiapan-persiapan yang rumit. Asal siswa dapat menempati tempat duduk untuk mendengarkan guru, maka ceramah sudah dapat dilakukan.
Di samping beberapa kelebihan diatas, ceramah juga memiliki beberapa kelemahan, diantaranya:
  • Materi yang dapat dikuasai siswa sebagai hasil dari ceramah akan terbatas pada apa yang dikuasai guru. Kelemahan ini memang kelemahan yang paling dominan, sebab apa yang diberikan guru adalah apa yang dikuasainya, sehingga apa yang dikuasai siswa pun akan tergantung pada apa yang dikuasai guru.
  •  Ceramah yang tidak disertai dengan peragaan dapat mengakibatkan terjadinya verbalisme
  • Guru yang kurang memiliki kemampuan bertutur yang baik, ceramah sering dianggap sebagai metode yang membosankan. Sering terjadi, walaupun secara fisik siswa ada di dalam kelas, namun secara mental siswa sama sekali tidak mengikuti jalannya proses pembelajaran, pikirannya melayang ke mana-mana, atau siswa mengantuk, oleh karena gaya bertutur guru tidak menarik.
  • Melalui ceramah, sangat sulit untuk mengetahui apakah seluruh siswa sudah mengerti apa yang dijelaskan atau belum. Walaupun ketika siswa diberi kesempatan untuk bertanya, dan tidak ada seorang pun yang bertanya, semua itu tidak menjamin siswa seluruhnya sudah paham.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar