Kamis, 21 Februari 2013

Metode Eksperimen


A.  Pengertian metode eksperimen
Menurut Mulyani Somantri dan Johar Permana (1998:157) dalam buku Strategi Belajar Mengajar  mengungkapkan bahwa eksperimen atau percobaan adalah suatu tuntutan dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi agar menghasilkan suatu produk yang dapat dinikmati masyarakat secara aman. Metode eksperimen diartikan sebagai cara belajar mengajar dan melibataktifkan peserta didik dengan mengalami dan membuktikan sendiri proses dan hasil percobaan itu.
Menurut Sri Anitah W, dkk metode eksperimen merupakan metode mengajar yang dalam penyajian atau pembahasan materinya melalui percobaan atau mencobakan sesuatu serta mengamati secara proses (Anitah, dkk, 1998:157)
Sedangkan Moedjiono dan Moh.Dimyati (1992:77) mengemukakan bahwa metode ekpserimen merupakan format interaksi belajar-mengajar yang melibatkan logika induksi untuk menyimplkan pengamatan terhadap proses dan hasil percobaan yang dilakukan. Eksperimen yang dilakukan dalam metode eksperimen dapat dilakukan secara perseorangan maupun kelompok.
Dalam kegiatan belajar-mengajar tujuan dari pemakaian metode eksperimen ini adalah:
     1. Agar peserta didik mampu menyimpulkan fakta-fakta, informasi atau data yang diperoleh.
2.    Melatih peserta didik merancang, mempersiapkan, melaksanakan dan melaporkan percobaan
3.    Melatih peserta didik menggunakan logika berpikir induktif untuk menarik kesimpulan dari fakta, informasi atau data yang terkumpul melalui percobaan.

Alasan mengapa guru menggunakan metode eksperimen adalah:
1.    Metode eksperimen diberikan untuk memberi kesempatan kepada peserta didik agar dapat mengalami sendiri atau melakukan sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan dan menarik kesimpulan sendiri tentang suatu objek, keadaan atau proses sesuatu.
2.    Metode eksperimen dapat menumbuhkan cara berpikir rasional dan ilmiah.
3.    Dapat memungkinkan siswa belajar secara aktif dan mandiri.
4.    Dapat mengembangkan sikap dan perilaku kritis, tidak mudah percaya sebelum ada bukti-bukti nyata.

                                      
B.  Langkah-langkah penggunaan metode eksperimen
Agar metode eksperimen berjalan dengan lancar, maka harus dilakukan sesuai dengan langkah-langkah atau prosedur pemakaian.
Anitah (2007:5.29), mengemukakan prosedur penggunaan metode eksperimen adalah sebagai berikut.
1.    Mempersiapkan alat bantu (alat eksperimen).
2.    Petunjuk dan informasi tentang tugas-tugas yang harus dilaksanakan dalam eksperimen.
3.    Pelaksanaan eksperimen dengan menggunakan lembaran kerja/pedoman eksperimen yang disusun secara sistematis sehingga siswa dalam pelaksanaannya tidak banyak mendapat kesulitan dan membuat laporan.
4.    Penguatan perolehan temuan-temuan eksperimen dilakukan dengan diskusi, tanya jawab, dan/atau tugas.
5.    Kesimpulan.
Menurut Moedjiono dan Moh. Dimyati (1992:78) langkah-langkah yang dapat dipakai dalam metode eksperimen agar mendapatkan hasil yang optimal adalah sebagai berikut.
1.    Mempersiapkan pemakaian metode esperimen, yang mencakup kegiatan-kegiatan:
·      Menetapkan kesesuaian metode eksperimen terhadap tujuan-tujuan yang hendak dicapai
·      Menetapkan kebutuhan peralatan, bahan, dan sarana lain yang dibutuhkan dalam eksperimen sekaligus memeriksa ketersediaannya di sekolah.
·      Mengadakan uji aksperimen (guru mengadakan eksperimen sendiri untuk menguji ketepatan proses dan hasilnya) sebelum menugaskan kepada siswa, sehingga dapat diketahui secara pasi kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi.
·      Menyediakan peralatan, bahan, dan sarana lain yang dibutuhkan untuk eksperimen yang akan dilakukan.
·      Menyediakan lembaran kerja (bila dirasa perlu)
2.    Melaksanakan pemakaian metode eksperimen, dengan kegiatan-kegiatan:
·      Mendiskusikan bersama seluruh siswa mengenai prosedur, peralatan, dan bahan untuk eksperimen serta hal-hal yang perlu diamati dan dicatat selama eksperimen.
·      Membantu, membimbing, dan mengawasi eksperimen yang dilakukan oleh para siswa, di mana para siswa mengamati serta mencatat hal-hal yang dieksperimenkan
·      Para siswa membuat kesimpulan dan laporan tentang eksperimennya.
3.    Tindak lanjut pemakaian metode eksperimen, melalui kegiatn-kegiatan:
·      Mendiskusikan hambatan-hambatan dan hasil-hasil eksperimen
·      Membersihkan dan menyimpan peralatan, bahan, atau sarana lainnya
·      Evaluasi akhir eksperimen oleh guru.
Peranan guru dalam penerapan metode eksperimen ini adalah sebagai fasilitator dan advisor. Metode eksperimen lebih menekankan kepada keaktifan siswa untuk memproses memperoleh belajarnya sendiri, daripada keaktifan guru dalam menyajikan isi pelajaran.

C.  Prasyarat untuk mengoptimalkan pembelajaran eksperimen
Kemampuan guru yang harus diperhatikan agar eksperimen berhasil dengan baik, diantaranya ialah:
a.    Mampu membimbing siswa dari merumuskan hipotesis sampai pada pembuktian dan kesimpulan serta membuat laporan eksperimen
b.    Menguasai konsep yang dieksperimenkan
c.    Mampu mengelola kelas
d.   Mampu menciptakan kondisi pembelajaran aksperimen secara efaktif
e.    Mampu memberikan penilaian secara proses
Sedangkan kondisi dan kemampuan siswa yang harus diperhatikan untuk menunjang eksperimen adalah:
a.    Memiliki motivasi, perhatian, dan minat belajar melalui eksperimen
b.    Memiliki kemampuan melaksanakan eksperimen
c.    Memiliki sikap yang tekun, teliti, dan kerja keras.
d.   Mampu menulis, membaca, dan menyimak dengan baik.

D.  Kelebihan dan kekurangan metode eksperimen
Dalam pelaksanaannya, metode eksperimen ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Beberapa ahli yang mengemukakan pendapat beberapa kelebihan dan kekurangan tersebut adalah sebagai berikut.
1.    Sumantri dan Permana (1998:158):
a.    Kelebihan metode eksperimen yaitu:
·      Membuat peserta didik percaya pada kebenaran kesimpulan percobaannya sendiri dari pada hanya menerima kata guru atau buku
·      Peserta didik aktif terlibat mengumplkan fakta, informasi, atau data yang diperlukan melalui percobaan yang dilakukannya
·      Dapat menggunakan dan melaksanakan prosedur metode ilmiah dan berpikir ilmiah
·      Memperkaya pengalaman dengan hal-hal yang bersifat ojektif, realistis dan menghilangkan verbalisme
·      Hasil belajar menjadi kepemilikan peserta didik yang beralian lama.
b.    Kekurangan metode eksperimen yaitu:
·      Memerlukan peralatan percobaan yang komplit.
·      Dapat menghambat laju pembelajaran dalam penelitian yang memerlukan waktu yang lama
·      Menimbulkan kesulitan bagi guru dan peserta didik apabila kurang berpengalaman dalam penelitian
·      Kegagalan dan kesalahan dalam bereksperimen akan berakibat pada kesalahan menyimpulkan.
2.    Moedjiono dan Moh.Dimyati (1992:78)
Moedjiono dan Moh.Dimyati mengemukakan beberapa kelebihan dan kekurangan metode eksperimen, yaitu sebagai berikut.
a.    Kelebihan metode eksperimen, yaitu:
·      Siswa secara aktif terlibat mengumpulkan fakta, informasi atau data yang dipelukannya melalui eksperimen
·      Siswa memperoleh kesempatan untuk membuktikan kebenaran teoritis secara empiris melalui eksperimen, sehingga siswa terlatih membuktikan ilmu secara ilmiah
·      Siswa berkesempatan untuk melaksanakan prosedur metode ilmiah, dalam rangka menguji kebenaran hipotesis-hipotesis.
b.    Kekurangan metode eksperimen, yaitu:
·      Memerlukan peralatan, bahan, dan/atau sarana eksperimen bagi setiap siswa atau sekelompok siswa, hal ini perlu dipenuhi, karena akan mengurangi kesempatan siswa bereksperimen jika tidak tersedia.
·      Jika eksperimen memerlukan waktu yang lama, akan mengakibatkan berkurangnya kecepatan laju pembelajaran.
·      Kekurangan pengalaman para siswa maupun guru dalam melaksanakan eksperimen, akan menimbulkan kesulitan tersendiri dalam melaksanakan eksperimen.
·      Kegagalan atau kesalahan eksperimen akan mengakibatkan perolehan hasil belajar (berupa informasi, fakta, atau data) yang salah atau menyimpang.
3.    Sri Anitah W, dkk (2007:5.28)
Sri Anitah W, dkk mengemukakan beberapa kelebihan dan kekurangan dalam implementasi metode eksperimen, diantaranya adalah sebagai berikut.
a.    Kelebihan metode eksperimen:
·      Membangkitkan rasa ingin tahu siswa
·      Membangkitkan sikap ilmiah siswa
·      Membuat pembelajaran bersifat aktual
·      Membina kebiasaan belajar kelompok maupun individu
b.    Kekurangan metode eksperimen:
·      Memerlukan alat dan biaya
·      Memerlukan waktu relatif lama
·      Sangat sedikit sekolah yang memiliki fasilitas eksperimen
·      Guru dan siswa banyak yang belum terbiasa melakukan eksperimen

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar